Sunday, October 2, 2016

Proyek Tol Pelabuhan Tanjung Priok


Proyek pembangunan jalan bebas hambatan (tol) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara,   akan selesai seluruhnya pada Maret 2017, jelas Ir.H.Bambang Nurhadi, MSc, Kepala Bidang (Kabid) Bidang Pelaksanaan  II, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV , Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR,  yang membawahi Proyek Jalan Bebas Hambatan (Tol) Tanjung Priok dan wilayah Jawa Barat dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta, Selasa sore (8/3/2016).
Dengan kecepatan jalan tol 80 kilometer/jam, dan ramp 30 kilometer-40 kilometer/jam, diutamakan untuk truk trailer (tetap MST 10 ton-red), proyek jalan bebas hambatan sudah dioperasikan sepanjang 3,4 kilometer.Sehingga nantinya stagnasi di pelabuhan akan teratasi.
Menurut penjelasan Ir.H.Bambang Nurhadi, MSc- pernah 8 tahun di di akses proyek jalan tol Tanjung Priok – memiliki 2 tujuan utama yaitu  pertama ,selesaikan sistem JORR (Jakarta Outer Riang Road) Tanjung Priok  nyambung ke Cikunir, Cilincing, jalan pelabuhan, belok kiri Jalan Yos Sudarso nyambung ke tol CMNP (Citra Marga Nusaphala Persada).Kedua, akses keluar dan masuk kendaraan pelabuhan (untuk mobilitas arus barang dan penumpang pelabuhan).
Menjawab pertanyaan wartawan BeritaRayaOnline mengenai up date status terakhir, Selasa, 8 Maret 2016, untuk progress fisik dan keuangan Rp 4 triliun lebih dana yang sudah diserap proyek ini, sedangkan untuk pembebasan tanah dana yang sudah keluar sebesar Rp 400 miliar.
” Untuk uji laik jalan tol Tanjung Priok , tim khusus akan lapor kepada BPJT Kementerian PUPR, dan juga akan bekerjasama dengan CMNP karena nantinya sistem bisnis tol berubah. Ada tim uji kelaikan, tetapi secara konstruksi sudah oke. Maret 2017 mendatang kita akan operasikan jalan tol ini. Seharusnya 2016 ini selesai, tetapi ada pembongkaran jalan tol sebanyak 66 pilar Rp 400 miliar, lalu dibangun lagi Rp 600 miliar tanggung jawab kontraktornya.Kajima perusahaan kontraktor besar di Jepang.Membongkar ini sesuatu yang mahal,” ujarnya.

Selesai Lebih Dahulu

“.Perkembangan terbaru adalah selesainya pembangunan North South Direct Ramp (NS Direct) sepanjang 1,1 kilometer .Bagian ini menyambung dengan North South Link (NS Link) sepanjang 2,24 km yang pembangunannya telah selesai lebih dahulu.Bagian ini juga terhubung dengan Seksi E1 Jalan Tol Akses Tanjung Priok sepanjang 3,4 km yang merupakan penghubung Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) di wilayah Cilincing dan sudah beroperasi sejak April 2011,” kata Ir.H.Bambang Nurhadi, MSc.
“Bagian lain yang juga baru saja rampung adalah Seksi E2A sepanjang 1,92 km, dan baru saja diserahterimakan kepada pemerintah dari kontraktor pelaksana pembangunan.Sekarang truk angkut kontainer harusnya sudah bisa lewat NS Direct terus ke NS Link masuk ke Seksi E2A terus langsung masuk ke sistem single gate (gerbang tunggal) JICT (Jakarta International Container Terminal),” katanya lagi.
Meski demikian, pembangunan jalan tol ini belum bisa dikatakan rampung sepenuhnya. Karena, masih ada seksi E2 sepanjang 2,74 km yang masih harus tertunda penyelesaiannya lantaran terkendala masalah struktural pilar jalan layang, yang terindikasi retak saat dilakukan stressing alias penegangan struktur beton.
“Ada 3 tiang dari puluhan tiang yang saat dilakukan stressing ternyata ‘melesak’. Kita tes beberapa lainya ternyata punya indikasi yang sama. Kontraktornya memutuskan seluruh tiang di paket itu (Seksi E2) dibongkar dan diganti baru,” ucapnya seraya menambahkan langkah ini membuat penyelesaian jalan tol ini bakal tertunda sampai 2017.
Ir.H.Bambang Nurhadi, Msc menjelaskan jalan tol akses Tanjung Priok ini memiliki total panjang 16,67 km, yang merupakan bagian dari sistem jaringan jalan tol Jabodetabek dan terhubung ke jalan tol lingkar luar Jakarta.
Pembangunannya terbagi dalam 5 paket meliputi Seksi East 1 (E1) dengan rute Rorotan-Cilincing sepanjang 3,4 km, lalu Seksi East 2 (E2) dengan rute Cilincing-Jampea sepanjang 2,74 km, berikutnya Seksi East 2-A (E2A) dengan rute Cilincing-Simpang Jampea sepanjang 1,92 km.
Ada pula Seksi North-South Link (NS Link) dengan rute Yos Sudarso-Simpang Jampea sepanjang 2,24 km, dan Seksi North-South Direct Ramp (NS Direct) sepanjang 1,1 km.Tak lama lagi, Pelabuhan Tanjung Priok bakal dilengkapi dengan akses langsung yang terhubung dengan jaringan Jalan Tol Lingkar Luar dan Dalam Kota Jakarta. Proses tranportasi dari dan menuju pelabuhan bisa makin lancar.jalan tol ini akan terhubung langsung dengan fasilitas single gate alias gerbang tunggal Jakarta International Container Terminal (JICT).
“Jadi nanti nggak ada lagi truk kontainer lewat gerbang 1, gerbang 3, gerbang 9. Gerbangnya cuma satu, itu lewat akses tol yang kami bangun ini,” katanya.
Dengan cara ini, manajemen lalu lintas pelabuhan pun akan lebih mudah. Karena kontrol dan pengawasan hanya perlu dilakukan di satu pintu saja.
“Tadinya kan banyak gerbang. Itu menyulitkan manajemen. Sekarang pengawasan keluar masuk lebih mudah,” sambung dia.
Selain terhubung dengan fasilitas single gate pelabuhan, jalan tol ini juga berdampingan dengan fasilitas transfer kontainer dengan kereta pelabuhan.
Fasilitas ini memungkinkan, kontainer yang diangkut menggunakan kereta kargo bisa dipindahkan ke truk kontainer lalu masuk ke dalam pelabuhan melalui single gate yang sama.

Langsung Masuk Pelabuhan

“Jadi jalan tol kita di atas (melayang), truk kontainer dari jalan tol bisa langsung masuk pelabuhan. Di bawahnya, ada jalan yang terhubung dengan kereta pelabuhan, jadi nanti kontainer dari kereta dipindahkan ke truk kemudian masuk juga melalui single gate,” papar dia.
Dengan cara ini, manajemen tranportasi pelabuhan di Tanjung Priok akan semakin baik dan bisa disetarakan dengan manajemen pelabuhan-pelabuhan besar di berbagai negara maju seperti Singapura, Hong Kong, dan Australia.
“Nanti kita nggak kalah dengan Hong Kong dan Singapura,” selanya.
Pembangunan jalan tol Akses Tanjung Priok masih menyisakan pekerjaan konstruksi di Seksi Seksi East 2 (E2), dengan rute Cilincing-Jampea sepanjang 2,74 kilometer (km) yang belum rampung.
Sekitar 69 tiang penyangga jalan layang di seksi ini harus dibongkar dan dibangun ulang karena terindikasi retak dan membahayakan konstruksi secara keseluruhan.
Kepala Bidang Pelaksanaan II Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir.H.Bambang Nurhadi, MSC mengatakan, biaya pembongkaran mencapai Rp 1,4 triliun.
“Biaya dari pembongkaran tiang senilai Rp 400 miliar dan tiang dan pemasangan tiang kembali senilai Rp 600 miliar. Jumlah total tiang yang akan dibongkar mencapai 66 tiang,” jelasnya.
Selain itu, ada lagi ongkos yang harus dikeluarkan untuk membongkar beberapa tiang lain yang masih berada di Seksi E2A. Tiang-tiang ini dibongkar karena posisinya dinilai tidak sesuai masterplan pembangunan, karena terlalu menjorok ke pemukiman penduduk.
Selain itu ada pula pekerjaan menurunkan tiang girder atau ‘tulang rusuk’ penyangga bagian jalan layang yang sudah terlanjur terpasang. Total tambahannya untuk dua pekerjaan ini sekitar Rp 400 miliar.
Dengan demikian, seluaruh biaya pembongkaran, pembangunan ulang tiang dan kegiatan pembenahan lainnya secara total mencapai Rp 1,4 triliun.
“Semua ditanggung kontraktornya karena dia merasa bertanggung jawab,” sambung dia.
Ia mengatakan, kontraktor pembangunan seksi ini yang merupakan perusahaan Jepang, Kajima Corporation, memang berkomitmen membenahi kekurangan konstruksi yang terjadi dan menanggung seluruh biaya pembenahan konstruksinya.
Biaya yang dikeluarkan sepenuhnya ditanggung Kajima di luar nilai kontrak yang sekitar Rp 1,1 triliun.
“Jadi nilai kontrak pembangunan seksi E2A kan sekitar Rp 1,1 triliun. Si kontraktor keluar duit lagi karena ada kesalahan tadi Rp 1 triliun lebih. Jadi meskipun ada tambahan pengeluaran, semua ditangung kajima, pemerintah tidak dirugikan,” pungkas dia.
Berdasarkan berita diatas, penulis ingin memberikan komentar negatif dan positif terhadap berita tersebut yang berbunyi :
  " dalam hal pembangunan proyek besar ini pasti ada banyak kendalanya, karena tidak ada yang sempurna di dunia ini. 
Dalam segi negatif :
  • pembangunan proyek infrastruktur ini sangat mahal karena menghabiskan dana Rp 4 triliun lebih untuk progress fisik, Rp 400 miliar untuk pembebasan tanah, Rp 1,4 triliun untuk pembongkaran tiang yg retak dan Rp 600 miliar untuk pemasangan tiang kembali.
  • Pengerjaan proyek ini masih banyak kendalanya dalam hal keamanan bagi penggunanya, karena masih banyak ditemukan pilar2 yang terindikasi retak dan itu sangat membahayakan kendaraan yang melintas. karena kendaraan yang melintas termasuk dalam golongan 3 dan 4 (heavy weight vehicle).
  Dalam segi positif :

  • Dalam hal pembangunan tol ini memiliki total panjang 16,67 km dan terbagi dalam 5 seksi yaitu : E1, E2, E2A, NS Direct, NS Link.
  • Proses transportasi dari dan menuju pelabuhan bias makin lancer karena tol ini akan langsung terhubung dengan fasilitas single gate alias gerbang tunggal Jakarta International Container Terminal (JICT).
  • Selain menggunakan fasilitas single gate, pelabuhan ini juga ada fasilitas transfer container dengan kereta pelabuhan.
  • Manajemen pelabuan di tanjung priok akan semakin baik dan bias disetarakan dengan manajemen pelabuhan2 besar di berbagai negara maju.
 Sekian tanggapan penulis terhadap artikel tersebut, jika ada pihak2 yang kurang berkenan terhadap artikel ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. wassalammualaikum wr.wb

 

Thursday, April 7, 2016

Example a Letter of Meeting Invitation

Palembang,  November 16, 2015
Number       : …
It                  : Meeting Invitation
Attachment : –

To:
Mr. Yunus Anis
Marketing manager
PT Super Star
in place

Dear Sir,

In connection with the execution of the event will be the anniversary of the company, we here with invite all, manager of PT Super Star to attend the preparatory meeting to be held on :

Day/ Date : Wednesday, November 18, 2015
Time           : 10:00 to 12:00 pm
Venue         : Room 304

Thus we convey this invitation , given the importance of this event then Mr. / Mrs. Please attend on time . For your kind attention , we thank you.

Sincerely,
Chairman of the Committee
( Charik Anhar )

A Difference IELTS and TOEFL

If you want to register to study abroad, then you will be asked to give test score of english. the test can be a TOEFL (Test Of English as Foreign Language) or IELTS (International English Language Testing System). Usuall it is used to make sure that yours English ability, both in reading, speaking and writing is enough to follow the lecture on the campus of your destination. there are still many people who do not understand about these test. Some student's are still confused to determine the test is to follow. there are some difference in both these test. here's an explanations about the TOEFL, IELTS and the review to difference.

IELTS
In general, the IELTS test diteima by the institutions at an Australian, British and New Zealand IELTS is test the ability of English are held together by the University of Cambridge, the British Council and IDP Education Australia. In the IELTS test, English is used is English author or British.
Participants in the IELTS test to choose Import Academic (for those who want to go to university and higher education other) or module training (for which training for the academic, to gain work experience or for the purpose of immigration. It IELTS assess any part of the 0-9, which will then flattened to the final score in the scale of the 0-9.
In contrast with the TOEFL, the IELTS test all the answers will be written. There are four parts, namely Speaking, Writing, Listening and Reading. In speaking section, the test will be asked to speak with a judge directly with the duration of 12 to 14 minutes. The participants will be asked some questions about himself and a *** ik. It IELTS is longer than TOEFL is to be able to reach 2 hours 45 minutes.

TOEFL
TOEFL is a test the ability to speak English with American accent. It's diselengarakan by the ETS (Educational Testing Service) in the United States for all participants of the test in all over the world. In general the TOEFL is required by the university in the United States and Canada.
TeS TOEFL is composed of two types, namely TOEFL ITP and TOEFL iBT. TOEFL ITP (Instituional Testing Program) is usually used for the region of Asia, with the score that is institutional, means only be used for the institution and the local and does not apply to all countries in the world. In general, the TOEFL is used is the TOEFL iBT (Internet Based Test) where you will be required to record all the answers you in a computer that has been connected direct to the Internet. The answer you will be sent directly to ETS.
And TOEFL ITP is divided into three sessions, namely Listening, Structure and Written Expression and Reading Comprehension. The total value of maximum TOEFL ITP is 500 or 550 and 600. For TOEFL iBT include Reading, Listening, Speaking and Writing. The test TOEFL iBTyang the latest has a maximum of 1 to ***, with average score is requested is 80 or 90. And TOEFL is going on for almost 4 hours.

Saturday, March 5, 2016

How the importance of English in the world of work.

How the need for someone to master English is needed in the world of work in various fields of work. In the present time, to be able to master English is a plus even an obligation required when applying for a job at a company.

In the world journalism, journalist and people who are in it is necessary to master English at least be able to write the news in English, and can also be a main model in the   search for news for international.

In the world of public relations, a public relations must master English in order to communicate and create imagery is good for the company.

And for advertising, it's true that the world is always associated with design and technology. That's what makes someone working in advertising must master English related to the development of technology, ideas now.

English is a common language or can be regarded as the language of which is to be controlled in the world of work. The work offered to people who control English was sometimes more interesting and more benefits.